4 Kendala Belajar Online

Pembelajaran online alias pembelajaran jarak jauh memang membawa banyak sekali perubahan, baik untuk sistem penilaian maupun aplikasi metode pembelajaran. Peralihan ini tentu tidak mudah dijalankan, baik oleh guru maupun siswa. Kedua belah pihak harus beradaptasi sebisa mungkin agar kegiatan belajar online dapat berjalan dengan baik. Tak heran ketika awal implementasi kegiatan ini menuai banyak kendala. Apa saja kendala belajar online terutama bagi para siswa? Simak informasinya berikut ini. 

Akses atau Jaringan Internet

Salah satu kendala belajar online adalah keterbatasan akses internet, terutama bagi siswa yang berada di daerah-daerah pelosok. Meski sebagian besar siswa telah memiliki gawai, tidak dengan kuota yang cukup untuk secara rutin mengikuti belajar online. 

Sebagian belajar siswa mengeluh soal keterbatasan jaringan internet. Apalagi bagi mereka yang tidak memiliki fasilitas wifi di rumah. Solusinya, mau tak mau mereka harus rela membeli paket kuota secara rutin agar dapat mengikuti kelas online. Alhasil, pengeluaran untuk membeli kuota pun membengkak selama masa pandemi ini. 

Belum lagi masalah cuaca yang seringnya dapat mempengaruhi kualitas sinyal jaringan internet. Kegiatan belajar online pun dapat terhambat karena faktor cuaca ini. 

Sulit Mencerna Materi

Sulit mengakses materi salah satu penyebabnya adalah sulitnya akses internet. Dampaknya, siswa menjadi terhambat dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru. Berbeda ketika siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Siswa dapat dengan bebas bertanya ketika ada bagian materi yang belum bisa dipahami. Siswa dapat menyampaikannya secara langsung tanpa harus terkendala oleh jaringan internet. 

Terlalu Banyak Tugas

Meski kelas online diselenggarakan di rumah masing-masing siswa, sebagian besars siswa kurang senang dengan implementasi sistem pembelajaran online. Salah satu alasannya adalah karena terlalu banyak tugas yang harus dikerjakan oleh mereka.  

Sebaliknya, penyampaian materi yang dilakukan oleh guru masih dinilai kurang efektif meski sudah didukung dengan berbagai aplikasi seperti Zoom, Google Meet, Whatsapp, Telegram, dan lain sebagainya. 

Dari pihak guru sendiri, mereka memiliki alasan mengapa guru lebih banyak memberikan tugas kepada para siswanya. Alasannya adalah karena tugas-tugas inilah yang nantinya akan menjadi sumber penilaian utama bagi para siswa. 

Malas dan Sulit Konsentrasi

Memang menjadi sebuah fakta bahwa kegiatan belajar online seringnya menjadikan siswa semakin malas dan sulit untuk berkonsentrasi. Selain karena tugas yang menumpuk, siswa memiliki kesempatan besar untuk memainkan gawainya. Misal, bermain game, mengakses media sosial, nonton YouTube, dan lain sebagainya. 

Tugas yang terlalu banyak dijadikan sebagai alasan untuk berhenti sejenak dari kegiatan mengerjakan tugas dan sebagai bentuk penyegaran pikiran, mereka kemudian bebas ‘lepas’ sejenak dan beralih ke dunia hiburan mereka, yaitu media sosial, YouTube, game, dan lain sebagainya. 

Memang tidak semua siswa memiliki empat kendala di atas. Keempat kendala belajar online di atas hanya sebagai kendala umum saja. Bisa saja tiap siswa mengalami kendala yang berbeda, tergantung beberapa faktor. Misal faktor yang paling berpengaruh adalah faktor lokasi yang nantinya akan dikaitkan dengan ketersediaan akses internet dan faktor kemampuan finansial. 

Demikian informasi singkat mengenai kendala belajar online yang secara umum dialami oleh para siswa di Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat dan pastinya dapat menambah pengetahuan bagi Anda. Dapatkan info menarik lainnya seputar pendidikan di website kami, academia.co.id. Jangan lupa untuk tuliskan komen di kolom komentar jika Anda ingin tambahkan info lainnya.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *